.

Sinopsis Drama Korea The K2 Episode 5

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea The K2 Episode 5

Drama Korea The K2 Episode 1

Baca episode sebelumnya The K2 Episode 4


Episode 5

            Malam itu, K2 melihat sebuah cahaya dan bayangan dari atap kamar Anna. Dia mulai memanjat atap dan mencari tahu siapa yang berada di atas atap itu. Dia mulai lega ketika kecurigaannya salah. Bayangan yang dia lihat ternyata adalah banyangan Anna. Dan cahaya yang memantul dari tempat itu adalah piring makan Anna. Anna di atas atap untuk memberi makan anak kucing.

            K2 melihat pemandangan yang jarang sekali dia lihat. Dia melihat Anna tersenyum dengan hangat kepada anak kucing. Namun, ketika anak kucing itu pergi bersama induknya, tiba-tiba Anna menangis. Seolah dia iri dengan anak kucing yang mendapatkan kasih sayang dari induknya.

            Anna yang mulai lelah, masuk ke dalam kamar melewati jendela. Dengan perlahan dia memasuki kamar. Dia menarik sebuah selimut pemanas yang dia gunakan untuk mengecoh para penjaga yang mengamati dari CCTV. K2 mulai mengetahui jika Anna menggunakan selimut elektrik untuk menggantikan dirinya di tempat tidur.

            Keesokan harinya, Choi Yoi Jin beserta suaminya akan menghadiri pemakaman bibinya. Di acara ini, Choi Yoi Jin akan mendapat warisan dari bibinya. Tentu saja, hal ini menjadi polemik di antara anggota keluarganya. K2 pun ditugaskan untuk mengawal Choi Yoi Jin sebagai bentuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

            Benar saja di tempat pemakaman, Choi Yoi dipojokkan oleh anggota keluarganya. Di sebuah ruangan bawah tanah, dengan keadaan ruangan terkunci Choi Yoi Jin dipaksa untuk menjual saham yayasannya. Suaminya pun tak membantu sama sekali. Alih-alih membantu istrinya, dia malah ikut memojokkan Choi Yoi Jin.

            Untung saja K2 sudah memberikan sebuah pena kepada Choi Yoi Jin sebagai alarm jika sewaktu-waktu terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Saat itu, Choi Yoi Jin mendapat tekanan psikologis dari anggota keluarganya. K2 yang mengetahui hal tersebut, mulai menyusul ke dalam ruangan tersebut.

            Dia menciptakan kobaran api di kamar mandi, sehingga alarm kebakaran pun berbunyi. Pemadam otomatis dari ruangan tersebut pun memancar, seolah ada kebakaran di ruangan tersebut. Semua orang panik dan berusaha membuka pintu ruangan tersebut. K2 yang sudah menghabisi semua penjaga yang ada di ruangan tersebut memasuki ruangan dengan leluasa.

            Dengan membuka sebuah payung, dia menghampiri Choi Yoi Jin. Dia melindungi tubuh Choi Yoi Jin dari air. Choi Yoi Jin melihat K2 dengan perlahan. Dia merasa sangat tenang melihat pengawalnya itu. Mereka pun meninggalkan ruangan. Choi Yoi Jin mulai menyadari jika K2 berbeda dengan pengawalnya yang lain. “Tidak ada yang bergerak tanpa aku yang memerintahkannya sebelumnya,” katanya dalam hati.

Mereka tetap berjalan perlahan. Choi Yoi Jin benar-benar terpukul hari itu. “Luruskan punggungmu, angkat dahimu. Musuhmu akan melihat,” K2 berusaha menguatkan Choi Yoi Jin. Dia pun perlahan menegakkan kepala dan tubuhnya. Dia membenarkan pernyataan K2 untuk tidak terlihat lemah di hadapan musuhnya.

Ketika mereka keluar dari ruangan bawah tanah tersebut, semua musuh Choi Yoi Jin yang semula memojokkannya, tak berani melanjutkan cibiran mereka. Rapat direksi yang digunakan untuk mengancamnya pun ternyata tak jadi diadakan. Hingga akhirnya Choi Yoi Jin pulang dengan harga diri yang tidak jatuh. Meskipun di dalam hatinya dia sangat merasa sedih.

Di VIP C, seusai mandi Anna menuju dapur untuk makan malam. Tiba-tiba senyum simpul terukir di wajahnya. Ternyata K2 telah menyiapkan bahan beserta alat untuk membuat mie instan. Langkah Anna menjadi riang. Dia mulai memasukkan mie ke dalam air mendidih. Tangan dan kakinya tak berhenti berirama. Hal yang serupa pun terjadi pada K2 yang sedang mengawasinya dari ruang pengawasan.

Tiba-tiba Anna menatap ke arah kamera CCTV yang ada di atasnya. Seolah dia tahu jika dia sedang dilihat oleh K2. Dia pun menutup CCTV tersebut dengan tisu, agar kesenangannya tidak terlihat oleh orang lain. K2 mulai bingung, karena dia kehilangan momen langka tersebut. Untung saja dia menemukan CCTV di sisi yang lain, sehingga dia dapat melihat ekspresi Anna yang sedang gembira.

K2 tak berhenti menatap Anna dari kamera pengintai. Senyuman pun terukir di wajahnya. Seakan dia dapat merasakan kegembiraan yang Anna rasakan. Hingga di luar ruangan pun senyumnya tak kunjung memudar. Dia terus saja tersenyum sembari melihat lampu kamar Anna dari luar.

Tidak lama kemudian K2 mendapat panggilan untuk datang ke Nine Club, yakni markas besar JSS. Sesampainya di Nine Club ada suatu keganjalan. Lift yang dia naiki berjalan tidak seperti seharusnya. Lift yang seharusnya naik ke lantai 9 malah berjalan turun. Hingga pada akhirnya, lift berhenti. Ketika pintu lift terbuka, mata K2 membulat. Dia melihat sebuah lorong sempit yang tak berujung. Dia merasakan sesuatu yang aneh akan terjadi.

Woow… semakin seru aja perjalanan K2 ini. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Nantikan synopsis episode selanjutnya ya…

Baca episode selanjutnya The K2 Episode 6