.

Sinopsis Drama Korea Seven First Kisses Episode 3

Sinopsista - Sinopsis Drama Korea Seven First Kisses Episode 3

Drama Korea Seven First Kisses


Baca episode sebelumnya Sinopsis Drama Korea Seven First Kisses Episode 2

Sinopsis Drama Korea Seven First Kisses Episode 3

Soo jin kaget tiba-tiba Hae Jin berada dii depannya dan mengambil hp Soo Jin. "apa yang sedang kau lakukan?",  tanya Hae Jin. "apa kau lupa, selama bekerja tidak boleh memegang handphone?", ingat Hae Jin ke Soo Jin. Soo Jin hanya diam tertunduk. Namun Soo jin masih belum tau kalau Hae Jin itu managernya.

Dari jauh terlihat Hae Jin sedang menolong anak perempuan kecil yang sedang jatuh.

Soo jin kemudian beranjak ke ruang kerja Hae Jin. Hae Jin nampak sedang sibuk menandatangani sebuah berkas dan ponsel Soo Jin berbunyi menerima pesan singkat, tapi Hae Jin hanya melirik ponsel yang berdering itu. Soo Jin membuka pintu ruang kerja Hae Jin, ketika Soo jin ingin mengatakan sesuatu pada Hae Jin, Hae jin melambaikan tangan mengisaratkan menyuruh Soo jin berhenti bicara. Setelah itu Soo Jin terpesona dan melongo melihat hae Jin yabg sedang sibuk dengan berkasnya. Kemudian Hae Jin menyerahkan ponsel itu kepada Soo Jin. Dan Soo Jin meminta maaf.
Hae Jin bertanya kepada Soo Jin, "apakah kau tidak punya acara malam ini?".  Tidak,  jawab Soo Jin.
Jadi, bisa kan kalau malam ini kamu lembur kerja?  Tanya Hae Jin. Soo Jin nampak bingung dan terbata menjawab pertanyaan Hae Jin.

Kemudian Hae Jin merubah pertanyaan,  bagaimana kalau kita makan malam? Soo Jin pun langsung menyetujuinya.
Soo Jin membuka kotak makannya di atas meja kerja Hae Jin. Dalam hatinya, selama ini Hae Jin selalu sibuk bekerja, sampai makan pun tak sempat.
"Mungkin ada yang bisa ku bantu?", tawar Soo Jin?
"tolong hidupkan musicnya",  jawab Hae Jin.
Soo jin nampak bingung saat Hae Jin memintanya untuk memutar music. "apa di ponselmu tak ada musik?" ledek Hae Jin. Soo jin nampak serius mencari daftar musik di ponselnya. Tapi yang ada, Soo Jin memutar lagu yang membuat sakit telinga. Dan membuat keduanya kaget karna suara music itu.

Mereka makan sembari di iringi alunan music klasik. Hae ji  kemudian menutup kotak makannya. Kemudian ia mengajak Soo Jin pergi kesebuah tempat. Soo Jin nampak bingung.

Nampaknya Hae Jin ingin mengantar Soo Jin pulang. Sebelum itu, Soo Jin ingin merapikan kotak makannya di bawah meja. Diatas meja Hae Jin ia melihat sebuah foto, saat melihatnya ternyata foto itu adalah potongan bagian tubuhnya. Ia pun sangat kaget dengan adanya foto-foto tersebut di atas meja kerja Hae Jin.
Kemudian Soo Jin teringat saat ia membuka loker kerjanya ada surat terjatuh di kakinya yang isinya adalah sebuah foto dirinya, persis dengan foto yang sedang di pegangnya saat ini.

Soo Jin bergegas pergi meninggalkan ruang kerja, menuruni tangga darurat. Saat ia menengok ke atas, ia melihat sosok pria asing. Ponselnya berdering keras hingga pria itu mengetahui keberadaanya di lantai bawah. Pria itu langsung mengejar Soo jin. Soo Jin langsung berlari menuruni anak tangga. Hingga di depan pintu lift, pintu itu terbuka dan di dalamnya ada sosok pria asing yang membawa sebuah kamera. Katanya, ia senang memotret Soo jin. Soo Jin berteriak ketakutan, saat itu juga Hae Jin datang menyelamatkan Soo Jin.

Soo Jin dan Hae Jin duduk bersama di depan mall, sembari melihat pria asing itu di bawa oleh polisi.
"pria itu menaruh fotomu itu di meja informasi, aku takut jika terjadi apa2 denganmu, mulai saat ini aku yang akan mengantarkanmu pulang kerja. Katamu, kau tidak punya pacar bukan? ", ucap Hae Jin. Soo Jin hanya bisa melongo heran mendengar ucapan Hae Jin.

Semua orang banyak yang memvoting memilihku menjadi paling popularitas. Dan yang pasti, kau juga memilihku pada voting itu. Itu berarti bukan kau saja yang mempunyai rasa suka. Maka dari itu, aku ingin kau berkencan denganku, bagaimana menurutmu?, tanya Hae Jin. Soo Jin masih tetap sama ia hanya bisa melongo heran mendengarnya. Hae jin mengira bahwa Soo Jin tak menyetujuinya. Soo Jin pun langsung menggelengkan kepala bahwa tak seperti itu maksutnya. Kemudian Hae Jin mendekatkan wajahnya pada Soo Jin.

Kemudian terlihat jam dan kalender yang berubah menjadi tanggal 20. Soo Jin membuka matanya, melihat orang lalu lalang di dalam pintu mall. Soo Jin merasa semua seperti mimpi. Soo Jin melihat kartu kedua berubah menjadi gambar Hae Jin. Ia mengambil kartu itu dan membalik kartu itu, di balik kartu itu bertuliskan "jangan ciuman".
"Jadi, jika berciuman semua itu akan berahir?" Gumam Soo Jin.

Seorang manager botak pun datang menghampiri Soo Jin dan menaruh sebuah amplop coklat tepat di depan Soo Jin tanpa sepatah kata pun. Soo Jin terlihat begitu bingung dengan kebereadaan amplop itu.

Ada seorang pria berlari keluar dari sebuah pintu,  ternyata ia sedang di kejar gerombolan orang. Pria itu nampak menutupi wajahnya saat berlari. Setelah itu terlihat pria itu tanpa penutup wajah ternyata ia Ji Chang Wook.