.

Sinopsis Drama Korea Solomon's Perjury Episode 8

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Solomon's Perjury Episode 8

Drama Korea Solomon's Perjury




Sinopsis Drama Korea Solomon's Perjury Episode 8



Sebelum kematiannya, Soo Wo adalah seorang Pengintai Jeongguk. Seseorang yang sangat misterius dan menjadi idola sebagian besar siswa SMA Jeongguk. Setelah dia melihat daftar nama siswa yang mendapat perhatian khusus dari pihak yayasan, dia merasa bertanggu jawab untuk meluruskan hal tersebut.

Oleh karena itu, dia sangat ingin bertemu dengan ayah Ji Hoon yang merupakan ketua yayasan SMA Jeongguk. Di tepi sungai Han, Soo Wo bertemu dengan ayah Ji Hoon.

“Mereka mendanai sekolah kita. Mereka merupakan orang-orang terbaik Negara ini. Jadi aku memberi perlakuan khusus kepada mereka,” ayah Ji Hoon berusaha membenarkan sikapnya. Dia pun meminta agar Soo Woo menghapus foto dari berkas yang telah dia lihat di ruang kerjanya.

Tanpa berkata sedikit pun, Soo Wo melempar HPnya ke tengah sungai. “Aku sudah menghapus postinganku sebelum pulang sekolah. Aku juga tidak mempunyai salinan dari foto tersebut. Tapi apa yang akan anda lakukan kepadaku. Apa anda tidak takut dengan rahasia kecil anda yang aku ketahui,” So Woo menjelaskan kepada ayah Ji Hoon.

Ayah Ji Hoon hanya berkata, “Tidak masalah. Semua telah berakhir,” sembari meninggalkan So Woo.

Sidang kedua itu pun ditutup, dan akan dilanjutkan beberapa hari lagi, setelah bukti-bukti lain terkumpul. Seo Yeon pun bersikeras untuk mendapatkan bukti yang dapat memberatkan Woo Hyuk. Dia pergi mencatat telepon yang masuk ke telepon rumah So Woo sebelum dia meninggal.

Seo Yeon mendapatkan beberapa nomor yang menghubungi So Woo. Dia segera mendatangi satu per satu telepon umum yang tercatat dalam hasil pencariannya. Hingga dia berhenti di sebuah telepon umum yang terdapat di depan sebuah toko kelontong.

Dia berusaha mencari informasi dari sang pemilik toko. Dan dia bertanya kira-kira pada malam natal siapa yang sedang menggunakan telepon tersebut. Sang pemilik tokopun menyebutka seorang siswa telah menggunakan telepon tersebut pada malam Natal.

Namun, ketika Seo Yeon menunjukkan foto Woo Hyuk, pemilik toko tidak membenarkan si pengguna telepon umum tersebut adalah Woo Hyuk. Tentu saja hal ini tak dapat membuktikan jika Woo Hyuk bersalah.

Sementara itu, Ji Hoon mendapat sebuah fakta dari ibu Woo Hyuk. Wanita itu menemui Ji Hoon setelah pulang sekolah. Dengan mata berkaca-kaca dia bercerita kepada Ji Hoon. “Malam itu, Woo Hyuk tidak berada di sekolah. Dia tidak bertemu dengan anak yang sudah mati itu. Malam itu, aku dipukuli oleh suamiku. Jadi Woo Hyuk mengantarkanku ke rumah sakit,” wanita itu menjelaskan kepada Ji Hoon.

Dia juga ingin memberikan kesaksian di sidang yang ketiga, tapi Ji Hoon menolak. Dia tidak ingin masalah yang berusaha ditutupi Woo Hyuk diketahui banyak orang. Dia pun berusaha mencari fakta lain dari wanita itu. Dia ingin menghadirkan seorang pria misterius yang masuk ke dalam kamar Woo Hyuk ketika malam Natal.

Keesokan harinya, Ji Hoon menemui ayah Seo Yeon yang sedang menyelidiki kasus kebakaran yang terjadi di rumah Woo Hyuk. Dia mengajak ayah Seo Yeon bertukar informasi dan bukti. “Ada seseorang yang menjadi pelaku sekaligus menjadi saksi,” Ji Hoon mulai menghubungkan dua kasus berbeda itu.

“Ada seorang tamu yang memiliki bekas luka di wajahnya ke rumah Tuan Choi. Pakar kebakaran. Orang tersebut dapat membuktikan alibi Choi Woo Hyuk, dan Choi Woo Hyuk dapat membuktikan dia pelaku penyebab kebakaran di rumahnya,” jelas Ji Hoon.

Tak lama setelah analisis yang dikemukakan Ji Hoon, ayah Seo Yeon menangkap Tuan Choi di rumah Choi Woo Hyuk. Pria itu ditangkap sebagai dalang kebakaran yang terjadi di rumah Choi Woo Hyuk.

Melihat ayahnya ditahan, Choi Woo Hyuk sangat terpukul dan memutuskan untuk keluar dari sidang yang digelar oleh Seo Yeon dan Ji Hoon. Akan tetapi, Ji Hoon mencegahnya. Dia meyakinkan jika dia telah menemukan bukti dan saksi yang dapat mendukung alibi Choi Woo Hyuk.

Namun, masalah keluarga yang dialami Choi Woo Hyuk semakin besar dan dia tetap bersikeras untuk keluar dari sidang tersebut. Ji Hoon pun berterus terang bahwa dialah yang melaporkan ayah Choi Woo Hyuk. Tanpa pikir panjang Woo Hyuk langsung memukul Ji Hoon dan berbicara kasar padanya.

“Aku tahu walau aku tak mau. Aku tahu betul apa yang kau rasakan,” Ji Hoon membuka kemejanya dan menunjukkan bekas luka yang dia dapat dari ayah kandungnya. Dia juga mengalami kekerasa setiap harinya oleh ayah kandungnya.

“Ayah kandungku, menyiksa ibuku sampai mati di depan mataku. Apa kau masih meragukan aku tahu apa yang kau rasakan saat ini?,” air mata Ji Hoon tak terbendung lagi menceritakan masa kecilnya yang mengharukan itu.

Apakah Ji Hoon dapat membujuk Woo Hyuk untuk kembali ke persidangan? Jika bukan Woo Hyuk siapakan pembunuh So Woo sebenarnya? Temukan jawabannya di sinopsis episode berikutnya ya…