.

Sinopsis Goblin - The Lonely and Great God Episode 7

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Goblin - The Lonely and Great God Episode 7

Drama Korea Goblin : The Lonely and Great God


Sinopsis Drama Korea Goblin - The Lonely and Great God Episode 7



          Salju yang turun saat itu pun terhenti sejenak. Eun Tak perlahan mundur. Dia enggan untuk membuka matanya. Dia merasa sangat malu karena telah mencium goblin. Begitu pula goblin, dia merasasangat marah karena Eun Tak melakukannya secara tiba-tiba.

            Eun Tak merasa ketakukan karena tak sesuatu yang berubah ketika dia melakukan hal tersebut. Dia takut jika dia ternyata bukanlah pengantin goblin dan harus meninggalkan rumah tersebut. Goblin yang merasa tidak nyaman pun pergi meninggalkannya di tengah kebun bunga soba.

            Sesampainya di rumah dia melihat Deok Hwa sedang menangisi kematiannya. Deok Hwa dan malaikat pencabut nyawa mengira jika goblin telah mati malam itu. Mereka terlihat sangat bersedih kala itu.

            Namun, perlahan senyum mereka terukir ketika melihat goblin masih sesehat dulu. Deok Hwa langsung memeluk goblin dan berhenti menangis. Begitu pula goblin dia terlihat sangat bahagia karena tidak jadi mati malam itu. Perlahan dia berkata, “Deok Hwa bisakah kau kembalikan kartu kreditku.”

            Secara spontan Deok Hwa pun langsung melepaskan pelukannya. Tidak hanya Deok Hwa, goblin juga meminta sertifikat rumah yang dia berikan kepada malaikat pencabut nyawa dan juga barang-barang yang telah dia berikan kepada Eun Tak.

            Eun Tak pun mencoba untuk merayu goblin, tapi tak dihiraukan. Langkah Eun Tak pun ditiru oleh Deok Hwa dan malaikat pencabut nyawa, namun juga tidak ada yang berhasil untuk merayu goblin.

            Sejak saat itu, goblin mulai memerhitungkan segala sesuatu yang dia berikan kepada Eun Tak. melihat hal tersebut pun Eun Tak menjadi tidak enak. Dia pun mulai mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar dia dapat bertahan di rumah tersebut.

            Keesokan harinya, Eun Tak menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Dia sedang menunggu bis yang akan mengantarkannya ke tempat ujian. Di sana goblin juga menemaninya. Dia memberikan semangat kepada Eun Tak, dengan mengelum rambut Eun Tak.

            Sejenak waktu seakan terhenti pagi itu. Tak disadari Eun Tak telah terlambat selama setengah jam. Goblin yang mengetahui hal tersebut, langsung menggandeng tangan Eun Tak yang mengajaknya melewati sebuah pintu yang lansung mengantarnya ke tempat ujian.

            Eun Tak pun mengerjakan soal dengan mudah. Ketika dia pulang dia melihat beberapa orang tua sedang menjemput anak mereka seusai ujian. Mereka membawakan karangan bunga untuk anak mereka.

            Beberapa detik Eun Tak teringat kepada ibunya. Dia memegang sebuah syal merah yang melingkar di lehernya. Dan melihatnya ke atas, seolah-olah dia dapat melihat ibunya.

            Dia pun bergegas pulang ke rumah goblin. Ternyata, goblin, malaikat pencabut nyawa, dan Deok Hwa sudah menyiapkan sebuah kue untuk menyambut kedatangannya. Meraka pun bertanya keinginan Eun Tak kala itu. Dengan spontan pun Eun Tak menyebutkan keinginannya untuk menonton sebuah film bersama goblin.

            Setelah dia meniup lilin di kue tersebut, goblin langsung mengajaknya untuk menonton sebuah film horor. Dengan sombong goblin melarang Eun Tak untuk berteriak. Tapi malah goblin yang terus saja berteriak sepanjang pemutaran film.

            Ujian tulis Eun Tak pun terus berlangsung. Goblin pun berniat untuk memberi kejutan kepada Eun Tak dengan menjemputnya dan memberinya sebuah karangan bunga.

            Namun, berbeda dengan ekspektasi goblin, bukannya Eun Tak yang tersenyum manis di hadapannya malah Eun Tak tersenyum kepada seorang lelaki lain. Dia tanpa sengaja bertemu dengan cinta pertamanya dulu.

            Eun Tak terlihat sangat bahagia setelah bertemu lelaki itu. Tetapi, goblin merasa cemburu. Langit hitam tiba-tiba datang. Seolah-olah mewakili perasaannya kala itu. Sejak saat itu, goblin menjadi uring-uringan kepada Eun Tak.

            Dia mulai mengawasi kemana saja Eun Tak pergi. Hingga suatu malam, dia tak dapat menemukan Eun Tak di rumahnya. Telepon darinya pun diabaikan. Dengan menggunakan kekuatannya dia pun berhasil menemukan dimana Eun Tak berada.

            Ternyata Eun Tak sedang bekerja paruh waktu sebagai penyanyi di sebuah pernikahan. Seusai acara tersebut mereka pun pulang bersama-sama. Eun Tak mulai menceritakan kesedihannya karena dia tidak mempunyai keluarga. Dia pun memohon kepada goblin agar tidak mengusirnya dari rumah.

            Goblin pun mendekat ke arahnya, lalu memeluknya dan berkata, “Tidak akan.” Dia berusaha menenangkan Eun Tak dengan mengelus rambutnya. Dia pun mencoba menggoda Eun Tak sekali lagi dengan menaikkan harga sewa dari rumahnya.

            Tak lama kemudian, dia merasakan sakit yang luar biasa di dadanya. Eun Tak yang kebingungan mencoba menolongnya dengan memegang pedang yang menancap di tubuh goblin. Dia pun berkata, “Aku dapat memegangnya. Ajhussi aku akan menariknya.”

            Perlahan dia menarik pedang tersebut. Perlahan pula, pedang tersebut bergeser dari tempatnya. Namun, goblin merasa belum siap untuk mati. Dia pun tanpa sengaja mendorong tubuh Eun Tak. Eun Tak pun terlempar dengan sangat keras.

            Tubuhnya terbang melewati jalan raya dan hampir mengenai sebuah mobil box. Untuk saja goblin dapat menangkapnya dengan tepat waktu. Beberapa mobil terhempas dan kecelakaan hebat terjadi kala itu.

“Masa depan yang kulihat ternyata benar. Ternyata benar anak ini yang dapat mengakhiri hidupku yang abadi. Tapi ternyata yang kucari adalah wajahmu,” kata goblin dalam hati. Dia merasa bahagia karena dia tahu jika Eun Tak adalah pengantinnya.