.

Sinopsis Goblin - The Lonely and Great God Episode 8

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Goblin - The Lonely and Great God Episode 8

Drama Korea Goblin : The Lonely and Great God


Sinopsis Drama Korea Goblin - The Lonely and Great God Episode 8

Kabar kecelakaan yang diakibatkan Goblin pun segera menyebar ke seuluruh penjuru Korea. Tak ingin jati diri pamannya terungkap. Deok Hwa pun meminta bantuan kepada Malaikat Pencabut Nyawa untuk menghapus ingatan beberapa orang. Terutama orang-orang yang menjadi korban dan saksi dari kejadian tersebut.

Petugas CCTV beserta rekamannya juga dihapus oleh Malaikat Pencabut Nyawa untuk menghilangkan jejak Goblin. Sementara itu, Eun Tak tidak berhenti untuk tersenyum. Meski dia merasakan sakit di seluruh tubuhnya, dia tetap saja tersenyum. Dia merasa sangat lega dan bahagia karena dia adalah pengantin Goblin.

Sejak saat itu, dia semakin bersemangat menjalani hidupnya. Dia mulai mendaftar dan mengikuti beberapa ujian masuk ke perguruan tinggi. Suatu hari, dia menunggu sebuah bus. Goblin yang tahu jika syal Eun Tak tertinggal pun mengantarkan syal tersebut.

Di halte tersebut, dia mengalungkan syal merah ke leher Eun Tak. Dia menatap Eun Tak hangat dan perlahan membelai rambut Eun Tak. “Aku kan melakukan yang terbaik. Matamu sungguh besar dan besinar, hingga aku dapat melihat segalanya,” kata Eun Tak sambil melambaikan tangan menuju bus.

Tiba-tiba seorang lelaki dengan sepeda melintas di depan Goblin. Dia menatap mata Goblin secara langsung. Goblin pun dapat melihatmasa depan dari lelaki terbut. Dia melihat bahwa bus yang dikendarai Eun Tak akan mengalami kecelakaan.

Dia pun bergegas untuk mencegah hal tersebut. Dia membeli semua kaos kaki yang dijual di pinggir jalan yang menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut. Lelaki yang melintas di depan Goblin itu pun tidak jadi menabrak tumpukan kardus kaos kaki.

Namun, dia tetap terjatuh karena Goblin yang menghadangnya. Goblin melumpuhkan lelaki tersebut hanya dengan satu sentuhan. Ternyata lelaki tersebut adala seorang pencopet. Goblin melemparkan dompet-dompet yang telah dicuri dengan menyebutkan nominal satu per satu dari masing-masing dompet itu.

Kecelakaan yang seharusnya terjadi pun tidak terjadi. Puluhan malaikat pencabut nyawa pun heran ketika melihat bus yang seharusnya kecelakaan malah melintas seperti biasanya. Si Malaikat Pencabut Nyawa pun menyadari jika hal ini karena campur tangan Goblin. “Berkat seseorang yang mempunyai pacar seorang Goblin. Beberapa orang yang seharusnya mati, tidak jadi mati. Kau membuatku harus kerja lembur kali ini,” kata Malaikat Pencabut Nyawa kesal.

Di suatu malam Eun Tak mencoba bertanya kepada Malaikat Pencabut Nyawa tentang akibat yang akan terjadi jika dia mencabut pedang Goblin. Malaikat Pencabut Nyawa tidak bisa menyembunyikan rahasia tersebut. Dia ingin agar tidak ada penyesalan di kemudian hari oleh Eun Tak.

“Jadi, jika aku mencabut pedangnya maka dia akan mati? Jika aku mencabut pedangnya, maka dia akan sirna dan menghilang selamanya?,” mata Eun Tak mulai berkaca-kaca. Dia mencoba menahan isaknya, tapi dia tak sanggup. Air matanya keluar tanpat dia sadari.

Sementara itu, di tengah perjalan Goblin pulang dia bertemu dengan seorang wanita berambut panjang dengan baju berwarna merah. Goblin ditempatkan di sebuah ruangan dengan rak buku yang mengelilinginya. “Kau bisa melakukannya dengan benar? Rasanya aku sedang tidak ingin berbicara dengan dewa saat ini,” jawab Goblin kepada wanita tersebut.

“Kau sudah hidup cukup lama, tapi Eun Tak tidak. Jika kau tetap hidup maka Eun Tak akan mati,” kata wanita itu. “Dia akan mengalami kejadian-kejadian yang lebih membahayakan dari hari ini. Apa kau tidak ingat kau nyaris saja membunuhnya dengan tanganmu sendiri tempo hari,” tambahnya.

Tak sepatah kata pun keluar dari Goblin dia hanya menatap tajam ke arah wanita itu. Sembari berdoa agar dia dapat bersatu dengan Eun Tak.


Apakah Goblin akan meminta Eun Tak mencabut pedangnya kali ini? Dan apakah Eun Tak tetap mau menjadi pengantin Goblin dan membiarkan Goblin hilang menjadi debu? Temukan jawabannya di episode selanjutnya ya…