.

Sinopsis Saimdang Light's Diary Episode 5

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 5

Drama Korea Saimdang Light's Diary



Baca Episode Sebelumnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 4



Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 5



20 tahun kemudian di waktu Joseon

            Saimdang mendapat warisan tanah di Hanyang. Namun, tanpa sepengetahuan dia, suaminya telah menjual tanah tersebut. Sehingga, dia dan keempat anaknya harus mencari tempat tinggal yang baru.

Di kota itu, tak seorang pun yang dia kenal. Oleh karena itu, dia harus menerima sebuah rumah sewaan yang tak layak untuk dihuni. Awalnya, anak-anaknya menolak untuk tinggal di rumah tersebut. Saimdang pun dengan sabar mampu meyakinkan mereka.

Hari-hari mereka terasa sulit sebelumnya. Saimdang dan keluarganya yang terbiasa hidup berkecukupan, harus mulai bekerja keras menjalani kehidupan sebagai rakyat jelata. Dia mulai mengganti dan menghias rumahnya agar nyaman untuk ditempati.

Namun, anak-anak Saimdang tidak sekuat dia. Terutama adalah anak bungsu Saimdang. Secara tiba-tiba dia terserang campak. Saimdang sangat sedih, karena di tengah-tengah masalahnya, dia tidak mempunyai uang sama sekali.

“Tolong siapkan obatnya, saya akan mencari uang,” Saimdang berusaha meyakinkan sang tabib. Dia bergegas mencari barang-barang berharganya. Dia pun menemukan sebuah batu tinta dari Ming, pemberian dari Lee Gyeom. Dia pun menjual batu tersebut guna mengobatkan anaknya.

Sementara itu, Lee Gyeom sekali lagi menolak untuk menikahi wanita pilihan keluarganya. Dia malah menemui Raja untuk membantunya membatalkan pernikahan tersebut. Raja pun mengabulkan permintaan Lee Gyeom dengan satu syarat. Yaitu, kembali ke pemerintahan dan menjadi kaki tangan Raja.

Dia menjadi asing di kalangan pejabat pemerintahan. Dia pun menjadi salah satu ancaman untuk para menteri oposisi dari Raja. beberapa menteri pun merasa terganggu dengan kehadiran Lee Gyeom. Terutama, para pejabat korup.

Di sebuah pertemuan pejabat pemerintahan, Lee Gyeom mendapat tantangan untuk melukis. Tantangan tersebut merupakan tantangan jebakan, yang disiapkan oleh rivalnya. Mereka mengetahui jika Lee Gyeom sudah berhenti melukis sejak pesta pernikahan Saimdang.


Namun, Lee Gyeom yang merupakan sarjana cerdas dapat menyiasati kelemahannya itu dengan memainkan alat musik. “Aku akan melukis lukisan yang hanya bisa didengar,” katanya percaya diri. Semua orang yang ada di jamuan tersebut merasa terkagum-kagum dengan alat musik yang dimainkan Lee Gyeom.

Ketika perjalanan pulang Lee Gyeom tanpa sengaja bertemu dengan penjual yang membeli batu tinta dari Saimdang. Dia sangat marah melihat batu tinta pemberiannya itu berada di tangan orang lain. Dia bertanya kepada penjual tersebut darimana dia mendapatkan benda tersebut.

Dari kejauhan Lee Gyeom melihat Saimdang sedang  mencuci pakaian. Dia pun mendengar pembantu Saimdang sedang berkeluh kesah tentang kemalangan yang menimpa Saimdang. Lama-kelamaan Saimdang pun merasakan sosok yang sedang mengamatinya.
Dia pun terkejut dan beranjak dari pekerjaannya. Dia melihat pria yang pernah dia kasihi itu dengan mata yang berkaca-kaca. Begitu pula dengan Lee Gyeom, tatapannya penuh haru melihat keadaan Saimdang saat ini.


Akankah Lee Gyeom dan Saimdang dapat bersatu lagi? Dan apakah Lee Gyeom mampu bertahan dalam pemerintahan? Temukan jawabannya dalam sinopsis episode berikutnya ya…