.

Sinopsis Saimdang Light's Diary Episode 7

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 7

Drama Korea Saimdang Light's Diary



Baca Episode Sebelumnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 6



Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 7



Seusai bertemu dengan Min Chi Hyung, orang yang telah melakukan pembantaian 20 tahun yang lalu, Saimdang mengalami mimpi buruk. Dia teringat masa-masa pembantaian itu. Dia sangat khawatir dengan Lee Gyeom, karena mereka tinggal di daerah yang sama saat ini.

Dia pun berusaha mengirim pesan secara diam-diam kepada Lee Gyeom. Dia tidak ingin Lee Gyeom merasa khawatir karena pesan darinya. Dia pun menulis pesan tersebut dengan tangan kiri, supaya Lee Gyeom tidak mengenali surat darinya.

“Berhati-hatilah dengan Min Chi Hyung. Dia akan menyebabkan kekecauan yang dapat membahayakanmu,” Lee Gyeom pun membaca pesan dari Saimdang. Namun, dia tidak menyadari jika pesan tersebut dari Saimdang.

Mendapat surat tersebut, dia teringat kata-kata Raja yang menyuruhnya untuk mengintai tingkah laku Min Chi Hyung. Sejak saat itu, Lee Gyeom mengawasi dan menyelidiki beberapa usaha yang didirikan Min Chi Hyung.

Dia mendapati pabrik kertas yang dibangun oleh Min Chi Hyung. Dia mencurigai pabrik tersebut adalah usaha illegal. Dia pun memerintahkan anak buahnya untuk terus mengawasi pergerakan pabrik tersebut.

Sementara itu Min Chi Hyung, mulai mencurigai Lee Gyeom dengan lukisan yang telah dia terima. Dia teringat bunga Peony yang terlukis di pita Saimdang sewaktu pembantaian di kuil Keukamsan. Dia juga mengawasi Lee Gyeom. Dia mencari tahu masa lalu Lee Gyeom dari anak buahnya. Dia pun semakin curiga dengan Lee Gyeom.

Istri Min Chi Hyung yang merupakan gadis gelandangan yang menyukai Lee Gyeom dulu masih belum bisa melupakan Lee Gyeom. Meskipun dia sudah hidup nyaman dan mempunyai keluarga dengan Min Chi Hyung, dia tetap merasa kurang dengan keadaannya.

Dia bertemu dengan Min Chi Hyung ketika dia masih muda dan menggoda Min Chi Hyung untuk meninggalkan istrinya yang tak bisa memberikan keturunan. Min Chi Hyung yang sangat menginginkan keturunan pun menerimanya sebagai seorang istri.

Di lain sisi, Saimdang yang hidup serba kekurangan harus terus bertahan dengan kehidupannya yang sulit. Dia harus menerima teguran dari seorang pedagang, karena ulah keempat anaknya yang mencuri buah kesemak kering.

Melihat anak-anaknya yang belum siap menerima keadaan yang berbalik seratus delapan puluh derajat, Saimdang pun mengajak mereka untuk melihat alam. Dia berusaha memotivasi keluarganya dengan melihat-lihat pemandangan di alam bebas.

“Mungkin di sini kita melihat tidak ada apa-apa yang bisa kita miliki. Tapi itu tidak benar. Saat ini hatiku berdegub kencang memikirkan apa yang akan kalian lakukan di masa depan,” Saimdang berusaha memotivasi keluarganya.

Semua keluarga Saimdang yang awalnya bersusah hati, kembali menemukan semangatnya. Mereka terlihat sangat bahagia bisa berkumpul dan bermain bersama. Mereka bahkan menghabiskan hari itu dengan bermain di pinggir sungai.

Setibanya di rumah, seorang laki-laki yang terlihat bangsawan sedang menunggu mereka. Ternyata laki-laki tersebut adalah seorang guru di sekolah Jungbu yang pernah didatangi oleh anak Cho Ryung, anak ketiga Saimdang.

Laki-laki tersebut adalah teman ayah Saimdang semasa muda. Jadi, dia merasa sangat senang bisa bertemu Saimdang beserta keluarganya. Dia juga ingin membantu Saimdang dengan menerima anak ketiganya bersekolah di sekolah Jungbu. Dia sangat terkesan ketika bertemu dengan Cho Ryung yang dapat menghafal beberapa pepatah Cina kuno.

Akan tetapi, keadaan keluarga Saimdang saat ini benar-benar sangat sulit. Bahkan untuk membeli alat tulis pun mereka harus berpikir berkali-kali. Akhirnya Cho Ryung pun memutuskan menolak tawaran untuk bersekolah meskipun dia sangat menginginkan hal tersebut.

Ketika malam tiba dan keempat anak Saimdang terlelap, dia masih terjaga. Dia melihat Cho Ryung yang tertidur dengan sebuah buku catatan di tangannya. “Musim gugur menerjang pepohonan dengan keras. Namun tak ada pelipur lara seindah syair,” Saimdang terharu membaca syair yang ditulis oleh anaknya.


Apakah Saimdang mengijinkan anaknya untuk bersekolah? Bagaimana jika dia bertemu lagi dengan Min Chi Hyung? Temukan jawabannya di sinopsis episode berikutnya ya…



Baca Episode Selanjutnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 8