.

Sinopsis Saimdang Light's Diary Episode 15

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 15

Drama Korea Saimdang Light's Diary


Baca Episode Sebelumnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 14



Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 15



Kehidupan masa lalu…

Setelah beberapa hari berjalan melewati salju dan hutan, akhirnya Saimdang tiba di kuil Unpyeonsa. Namun, kuil tersebut sudah menghilang. Hanya tinggal tumpukan batu yang terlihat. Saimdang dan tukang kertas tua mengira-ngira kuil tersebut dan menggali tanah yang ada di sekitar tempat tersebut.

Mereka berusaha mencari lukisan budha yang menyimpan rahasia pembuatan kertas Goryeo. Setelah melakukan penggalian yang cukup lama, akhirnya Saimdang menemukan sebuah peti kayu. Dia pun bergegas membukanya dengan harapan akan menemukan lukisan tersebut.

Akan tetapi, ketika dibuka peti tersebut dalam keadaan kosong. Sepertinya lukisan tersebut telah dipindahkan. Mereka pun bergegas mencari ke tempat lain. Tiba-tiba datanglah pasukan Hwiendang yang sengaja mengejar Saimdang saat itu.

Saimdang dan tukang kertas tua itu pun langsung melarikan diri. Mereka berusaha sekuat tenaga agar tak tertangkap oleh pasukan Hwiendang. Tiba-tiba seorang pria tua dari balik gua menarik mereka untuk bersembunyi ke dalam gua.

Ternyata pria tua itu adalah orang  yang telah menolong tukang kertas tua. Dia pun mendengar cerita Saimdang dan alasan mereka ke Unpyeonsa. Tak disangka, pria tua itu menyimpan lukisan yang telah mereka cari.

Dalam lukisan tersebut terdapat sebuah sajak. Sepertinya sajak itu mengandung rahasia pembuatan kertas Goryeo. Saimdang pun terus berpikir apa makna tersembunyi dari sajak itu.

Keesokan harinya, Saimdang memutuskan untuk kembali ke Hanyang. Namun, pembuat kertas tua ingin memeriksa mata air yang terletak di sekitar kuil Unpyeonsa. Tiba-tiba pasukan Hwiendang sudah mengepung mereka. Pembuat kertas tua itu langsung meneriaki Saimdang untuk lari.

Dengan seketika tubuh pria itu ditebas oleh pasukan Hwiendang yang juga telah membunuh teman dari pria itu. Saimdang histeris dan berlari sekuat tenaga.

Teriakannya terdengar ke seluruh penjuru hutan. Bahkan, Lee Gyeom yang sedang mencarinya pun dapat mendengar teriakan Saimdang. Lee Gyeom segera mencari asal dari suara tersebut.

Saimdang pun berhenti berlari ketika berada di pinggir tebing. Dia tak tahu harus berlari kemana lagi. Dia dikepung oleh pasukan Hwiendang. Untung saja Lee Gyeom datang tepat waktu. Dia pun menghabisi semua pasukan Hwiedang dengan mudah.

Hwiendang yang mulai terpojok mengambil pisau dan menawan Saimdang. Dia mengancam akan membunuh Saimdang jika Lee Gyeom mendekat. Dia terlihat sangat kacau. Wanita itu meluapkan semua emosinya yang sudah tersimpan selama 20 tahun.

Lee Gyeom perlahan mendekat kepada Saimdang dan Hwiendang. Namun, Hwiendang terus saja mundur dan sampai di tepi jurang. Hingga akhirnya mereka pun terjatuh.

Lee Gyeom segera mengulurkan tangannya untuk menolong Saimdang yang masih berpegangan kepada batang pohon. Tangan Saimdang yang lain berusaha meraih tangan Hwiendang.

Awalnya Hwiendang enggan untuk menerima uluran tangan Saimdang. Tapi batang yang dia pegang mulai patah. Dia pun akhirnya mau menerima uluran tangan Saimdang. Sedikit demi sedikit Lee Gyeom menarik tubuh kedua wanita itu. Dan akhirnya mereka dapat terselamatkan.

Nafas ketiganya benar-benar tidak karuan. Lee Gyeom mendekat kepada Saimdang dan menanyakan keadaannya. Dia pun mengajak Saimdang untuk meninggalkan tempat tersebut.

Saimdang berbalik badan, “Kali ini aku sudah membayar hutangmu kepadamu,” katanya singkat kepada Hwiendang. Mereka pun pergi meninggalkan Hwiendang sendiri di tepi jurang.

Sementara itu, di kehidupan masa kini perjuangan keras Ji Yoon untuk mengembalikan nama baik dan pekerjaannya pun mulai menunjukkan perkembangan. Dia bersama teman-temannya berhasil memisahkan lukisan Keukamsando dari lukisan Saimdang. mereka dengan hati-hati menyusun potongan demi potongan dari lukisan hingga tersusun lukisan Keukamsando yang utuh.

Namun, tak lama kemudian Profesor Min menuju ke tempat persembunyiannya. Ji Yoon pun menyamar menjadi pengunjung klub yang menjadi tempat persembunyiannya. Dia bergabung dengan pengunjung yang lain dan berdansa bersama mereka.

Professor Min mendekati Ji Yoon dan mengajaknya untuk berbicara empat mata. “Kau akan tamat kali ini Profesor Min,” Ji Yoon membuka kacamatanya. Dia tak bisa memaafkan sikap Professor Min selama ini dan berencana membawa lukisan Keukamsando ke publik.


Apakah Saimdang dan Lee Gyeom dapat pulang dengan selamat? Apakah Ji Yoon berhasil menyembunyikan Keukamsando dari Profesor Min? Temukan jawabannya di synopsis episode berikutnya ya…