.

Sinopsis Saimdang Light's Diary Episode 20

Sinopsista.Com - Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 20

Drama Korea Saimdang Light's Diary


Baca Episode Sebelumnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 19



Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 20



Hari perjodohan Lee Gyeom pun tiba. Dia menemui seorang gadis yang dipilihkan oleh Bibinya. Namun, ekspresinya tidak menunjukkan rasa kertertarikan sama sekali. Untung saja keponakannya segera mendatanginya dan menyelamatkan.

Dia mendatangi Lee Gyeom bukan serta merta ingin membatalkan perjodohan Lee Gyeom, namun ada hal yang mendesak lainnya. Putra Mahkota ingin menemui Lee Gyeom untuk lebih mengenal rakyat Joseon.

Putra Mahkota ingin menjadi Raja yang berbeda dari ayahnya. Dia ingin membuat perubahan dengan lebih mengenal rakyat dan membantu rakyat kecil dengan melihat mereka dari dekat.

Lee Gyeom pun mengajak Putra Mahkota berkeliling pabrik kertas Yangyoo. Dengan menyamar sebagai rakyat jelata, tak seorang pun mengenal Putra Mahkota. Di tempat tersebut, Putra Mahkota melihat banyak orang yang bekerja sama dan tidak mengenal status.

Di tempat itu pula dia melihat kebijkan Saimdang dalam menyelesaikan masalah. Putra Mahkota pun sangat terinspirasi dari pabrik kertas Yangyoo. Dia juga sangat mengagumi lukisan yang dibuat oleh Saimdang.

Tanpa sadar Lee Gyeom mengagumi Saimdang lagi. Dia menatap Saimdang dengan penuh kasih. “Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu?”, tanya Lee Gyeom. “Sekali lagi kamu tidak memberi tahu jika kamu akan kemari,” Saimdang tidak kalah bahagia ketika melihat Lee Gyeom kembali.

Di ruangan kerja Saimdang, Putra Mahkota melihat sebuah kanvas yag penuh dengan warna merah. Bagi orang yang tidak mengerti seni, berpikir jika lukisan tersebut adalah lukisan yang belum selesai. Namun, bagi Lee Gyeom lukisan tersebut mengandung arti yang sangat dalam dan sakit.

Keesokan harinya, lukisan Saimdang tiba-tiba menghilang. Menurut pekerja di pabrik Yangyoo, lukisan Saimdang telah diabawa suaminya keluar dari pabrik. Saimdang bersama sahabat karibnya mendatangi kedai dari selingkuhan suaminya.

Mereka mendapati suami Saimdang dan selingkuhannya sedang menghitung uang dari hasil penjualan lukisan Saimdang. Sahabat Saimdang yang sangat geram dengan sikap mereka pun langsung mengobrak-abrik tempat tersebut.

Dari kejauhan, Saimdang hanya menunduk sedih dan mendengar jika selingkuhan suaminya telang mengandung. Hatinya sangat hancur mendengar kenyataan tersebut.

Secara empat mata Saimdang mengajak suaminya berbicara. Saimdang meminta suaminya untuk meninggalkan wanita itu, namun suaminya menolak. “Bersamanya aku menjadi diriku sendiri. Tidak seperti dneganmu, aku merasa kecil dan tercekik setiap berada di depanmu,” suami Saimdang menjelaskan alasannya berselingkuh.

“Sekarang, jawablah aku. Apakah kau mencintaiku sebagai seorang pria?,” pria itu menanyakan isi hati Saimdang sesungguhnya.

Bukannya memarahinya Saimdang malah ,meminta maaf karena telah menjadi istri yang buruk. “Maaf, jika selama ini aku menjadi istri yang buruk. Aku memperhatikan dan menghormatimu sebagai seorang suami,” Saimdang tidak bisa membohongi hati kecilnya yang masih sangat mencintai Lee Gyeom.

“Aku mohon jangan ceraikan aku. Demi anak-anak, kamu telah menjadi ayah yang baik selama ini,” Saimdang pun pergi setelah mengutarakan keinginannya. Dengan air mata yang mengalir deras, Saimdang meninggalkan pria bodoh itu.

Sesampainya di ruang kerjanya, dia mendapati semua lukisannya kembali. Sepucuk surat mengantarkan lukisan-lukisan itu kembali ke tempatnya. “Jangan merasa terbebani dengan ini semua. Aku hanya mengembalikan ini semua ke tempatnya. Jika kau masih merasa terbebani anggap saja ini bantuan dari teman lama,” Lee Gyeom membeli semua lukisan Saimdang yang beredar di pasaran dan mengembalikannya kepada Saimdang.

Dia juga meninggalkan sebuah lukisan bunga peoni di atas kanvas merah yang dilukis Saimdang sebelumnya. Saimdang merasa sangat bahagia mempunyai cinta sejati seperti Lee Gyeom. Dia menggambar sebuah kupu-kupu untuk melengkapi lukisan Lee Gyeom. Lukisan itu nampak indah dan serasi dan menggambarkan perasaan dari kedua penciptanya.


Apakah Saimdang akan berpisah dengan suaminya dan memilih Lee Gyeom? Temukan kelanjutan cerita cinta Saimdang dan Lee Gyeom selanjutnya di synopsis episode berikutnya ya.. 


Baca Episode Selanjutnya Sinopsis Drama Korea Saimdang Light's Diary Episode 21